Ads 468x60px

Tuesday, July 31, 2012

Cantik, yah Engkau Orangnya!!!!


Ini adalah ungkapan hati dari seorang saudara saya yang bernama Muh. Boechari Muslim. Puisi ini ia tujukan bagi setiap insan yang merasa dirinya cantik. mari disimak, wahai cantik...

Cantik, ijinkanku menunduk...

Jangan biarkan setiap centi auratmu dinikmati mata-mata jahil yang senang akan warna warni keindahan sesaat. Maka tutuplah auratmu jangan kau bangga atas syetan yang ada atas dirimu.

Cantik, ijinkanku menunduk...

Mataku adalah panah-panah syetan yang ingin menghujamku lewat fitnah auratmu, apakah tak malu dengan pandangan-pandangan yang menatapmu penuh dengan keinginan? atau kau memang mau auratmu dipandang karna kau tak pernah mau tahu dengan kemulianmu?

Cantik, ijinkanku menunduk...

Kau memang cantik, ku akui itu. Tapi maaf, kecantikan semu mu telah menutupi keindahan hatimu.Tanpa hijab yang melapisi auratmu kau tak akan pernah merasakan nikmat atas kuasa-Nya. Dengan hijabmu tanpa kemulianmu pun kau hanya ada diatas kehampaan. Maka bantulah kami dengan kesantunanmu.

Cantik, ijinkanku menunduk...

Dari pesona harapan yang membuatku terbuai dan terlalaikan. Bukankah aku juga manusia lemah dan kau manusia penuh pesona, tak mampu kubertahan dengan segala pesona auratmu. Segala upaya kupenuhi agar mata ini menjauh dari pesonamu, tapi ku belum mampu bila kau yang menginginkan mata ini menatapmu.
Tidak cantik..tidak..kau tahu kami memang belum sanggup tapi kami berusaha untuk bisa.

Maka Cantik, ijinkanku menunduk...

Menunduk dari segala godaan syetan yang membuatku selalu ingin menatapmu syahdu. Kau perhiasan terindah di dunia ini, ku tak mau dengan mataku ini kau merasa terendahkan. Maka jagalah iffah dan izzahmu dengan semua keteguhan imanmu. Jangan robohkan keimananku dengan kenistaan, bantulah kami.

Cantik...kau memang teramat cantik, maka ijinkanku menunduk dari panah-panah syetan.

Wallahua’lam bish Shawwab..

sumber foto:
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs001.ash2/33433_135233499830238_100000307674120_236817_7629523_n.jpg


Monday, July 23, 2012

Kesederhanaan Hidup di Sudut Sebuah Surau (Kisah Nyata di sebuah Kota Niaga)


Hampir pukul 10:30 malam. Gelisa memaksaku bangun untuk menulis sesuatu yang mungkin ada hikmanya nanti, kawan. Untuk menulis ini, aku diperhadapkan oleh dua pilihan yang kritis. Bangun menulis dan menghilangkan kegelisahanku atau tetap di atas kasur empuk dengan berharap bangun di sepertiga malam untuk bermunajat kepada Sang penciptaku. Kupilih bangun menulis dan berharap bangun disepertiga malam walau bagaimana pun caranya.

Tuesday, July 3, 2012

Kisahku dengan sesuatu bernama HOT PANTS, Kawan!

     Baik! Kumulai kisah ini dengan berpikir bebas bahwa tugas kuliah telah tiada dan final telah jauh melangkahi hariku—yah, walaupun hanya untuk semester ini. Hm, tebakan Anda mungkin benar, bahwa aku masih berstatus mahasiswa di sebuah perguruan tinggi dengan kadar temperamental mahasiswanya rata-rata tinggi dan sering menyebabkan bentrokan dengan atmosfer cukup tinggi (baca: panas). Perguruan tinggi itu bernama Universitas Negeri Makassar.
     Baru saja aku menghadiri suatu musyawarah untuk kegiatan penyambutan Ramadhan. Nama kegiatannya ialah Penataran Seputar Ramadhan (untuk selengkapnya, lihat artikel sebelumnya, semoga Anda dapat berpartisipasi). Dalam kegiatan tersebut, peserta akan dibina dan diberikan tips bagaimana menghadapi bulan Ramadhan agar dapat mengeluarkan kemampuan maksimal dan optimal untuk meraih kebaikan dan pahala yang begitu besar terpampang dan terhampar di bulan yang penuh berkah tersebut.
     Sebelum aku menulis kisah ini, banyak hal yang kutemui dalam perjalanan pulang ke “rumah”-ku setelah agenda musyawarah kubungkus pulang. Sembari mengayuh sepeda bekas yang sekitar beberapa bulan lalu kubeli di depan lapangan Matoanging, Makassar—kalau tidak salah, pikiranku melayang entah ke mana. Sekadar menikmati kesunyian malam dan berpikir untuk kehidupan masa depan. Terkadang pikiranku sedang membayangkan Madinah—karena aku ingin sekali kuliah di Universitas Islam Madinah, doakan kawan semoga terwujud.—, terkadang di rumah keluarga di Daya, Makassar, terkadang di Parepare kampung halaman tercinta, dan paling sering membayangkan berjuta kenikmatan di taman surga.
     Banyak hal yang kutemui dalam kayuhan sepedaku. Namun satu hal yang belum terlupakan sama sekali! Wanita tepatnya. Yah benar, wanita, siapa lagi kalau bukan dia yang tercipta dari tulang rusuk sebelah kiri itu dengan paras yang memikat nan hati yang lemah gemulai.
     Masih saja ada wanita yang keluar malam-malam tanpa disertai mahramnya. Ada yang bersepeda mendahuluiku dengan memakai celana yang kata orang disebut Hot Pants yang ketika dialihbahasakan berarti celana panas. Aku tak tahu, apakah benda tersebut pantas disebut celana atau kain lap dapur. Aku juga tak tahu, mengapa ada wanita yang mau memakai celana dengar kadar temperatur yang “panas” dan pendek super duper pendek.
     Satu dari sekian banyak tanya dalam kepalaku, apakah ia tidak takut masuk angin atau minimal takut digigit nyamuk? Entahlah, toh saya tidak pernah memakai celana panas tersebut.
     Celakanya, mata ini yang sedari tadi tenang menatap jalan, tiba-tiba terganggu dengan pemandangan panas sepanas benda yang ditatap. Astagfirullah, lalu kualihkan pandangan sejauh 180 derajat—kurang lebih—sesuai perintah Allah. Padahal kejadiannya hampir tengah malam loh!.
     Ada yang lucu. Jangan pernah menundukkan pandangan ketika dalam keadaan dan situasi seperti di atas! Mengapa? Bukannya aku melarang Anda untuk menundukkan pandangan seperti perintah Allah. Namun ketika Anda memandang ke bawah maka justru Anda makin mantap menatap pusat benda yang belum pantas untuk Anda nikmati dan katanya “panas” itu.
     Aku serius! Maka, menundukkan pandangan di sini mungkin berarti bahwa menjaga pandangan dari pemandangan yang belum pantas untuk dipandang—tahanlan kawan, pasti Anda akan memandangnya juga dalam keadaan yang halal, tapi nanti, intinya SABAR. Entah dengan cara menundukkan pandangankah atau mencari arah yang lain untuk menaruh mata agar tetap aman dari area terlarang, mungkin itu maksudnya.
     Beberapa waktu kemudian, setelah wanita yang memakai kain yang sangat kekurangan itu mendahuluiku jauh di depan sana, pikiranku kembali melayang entah ke mana. Ia berpadu dengan mata menatap nanar sang aspal kering yang senantiasa sabar untuk dilalui. Sampailah aku di sebuah pasar mini (minimarket) yang buka 24 jam. Nama belakang bagian pasarnya ialah “mart”, nama belakang pasaran yang sedang merambah dan menjalar di setiap pelosok di Indonesia, mungkin mulai dari tumbuhnya pohon kelapa di Sabang sampai dengan ditebangnya sagu di Marauke, sekali lagi, itu mungkin, catat itu! Kuparkir sepedaku di area bebas pembayaran parkir—iyalah aku hanya ingin membeli barang sedikit, masa aku harus kena uang parkiran, lagi pula kendaraanku sepeda, kawan.
     Kaki kanan melangkah masuk, di sambut musik disko tak karuan. Aku yakin, orang yang membuat musik jenis ini, khususnya yang terpaksa aku dengar ini—karena memang musik haram bagiku—adalah pemula dalam dunia per-disko-an! Ritme tidak teratur, nada acak-acakan, bas tak karuan, sangat jauh dari kebagusan. Tujuanku hanya satu, sebuah cairan putih kental dan pekat bernama lotion untuk menyenyakkan tidur dan mengenyahkan sang parasit bernama “nyamuk”. Di tengah pencarianku, ada lagi seorang wanita bermata sipit, berkulit kuning langsat—mungkin. Mungkin orang beretnis Tiong hua. Sekali lagi mungkin, dan sekali lagi catat itu!—masuk ke toko yang sama tempat aku berpijat. Tak kalah parah dengan wanita sebelumnya, wanita ini menggunakan celana yang tak kalah panasnya.
     Akhhhh… ingin rasanya aku berteriak sekencang-kencangnya. Kukutuk orang yang mengorbitkan celana jenis setan seperti itu, kekutuk orang yang menjahitnya hingga ia tak ubahnya kain lap atau celana anak berusia empat tahu-an, kukutuk orang yang menjualnya, kukutuk model yang memeragakannya baik yang pertama kali memeragakannya di catwalk Perancis atau pun orang yang terakhir kali memeragakannya di pasar Labukkang, Parepare. Hati ini hanya bisa mengingkari, apalagi mata ini, yah mata ini sebagai korban perzinahan paksa harus berspekulasi memandang barang yang tak pernah terbetik dalam hati untuk membelinya. Maunya mulut menegur, namun setan dibisikkan bahwa ia bersama suaminya masuk ke tokoh tersebut, nanti aku kena pukul katanya, akhhhh inilah selemah-lemah iman. Akhirnya kudoakan, semoga mereka mendapat hidayah agar berpakain yang sesopan mungkin, kalau perlu pakai jilbab!
     Dapat! Dengan wangi bunga Granium satu pak dan wangi kulit Jeruk satu pak kubawa ke kasir lotion itu. Kembali musik disko tak berseni itu memaksa masuk menghentakkan gendang telinga yang tak berdaya untuk tidak mendengarnya. Sungguh musik yang tak berseni! Kukutuk pula orang yang menciptakannya dan menyebarluaskannya, paling tidak semoga mereka sadarlah.
     Aku masih bingung, kok bisa ada orang yang menyukai musik jenis setan ke-2 demikian. Bagaimana pula orang-orang yang senantiasa berjoged di tempat dugem (dunia gemerlap), lebih gaulnya diskotik itu. Musik itu bisa membangkitkan syahwat manusia untuk bermaksiat ketika terlena dan mabuk kepayang mendengarkannya. Benar-benar kukutuk orang yang menciptakannya!
     Selepas menyelesaikan transaksi pembayaran, kulangkahkan kaki menuju keluar untuk menunggangi kuda besi tak bermesinku. Alhamdulillah, aku benar-benar bebas dari biaya parkiran—maklumlah kawan, aku masih berstatus mahasiswa. Kembali kaki mengayuh dengan berat sepeda yang kuberi nama Al Asykar itu. Eits, baru beberapa puluh meter kujalani, kulihat lagi seorang wanita dengan empat orang lelaki berbincang. Entah apa yang mereka lakukan. Sang perempuan memakai pakaian yang juga kekurangan kain—namun masih mending daripada dua wanita sebelumnya. Entahlah, entah apa yang mereka bicarakan.
     Dunia ini benar-benar akan kiamat!!! Terbukti lagi perkataan Rasulullah saw bahwa ia belum melihat penghuni neraka yang memakai pakaian tapi telanjang. Sekarang, kamilah umatnya yang senantiasa dipaksa dan dicocori pemandangan panas tak sedap tersebut. Ya Allah, inikah hasil dari sebuah paham kebebasan sampai-sampai ingin bebas bertelanjang di depan umum? Inikah yang disebut hak asasi manusia (HAM) yang melanggar mata-mata orang untuk memandang secara aman dan nyaman? Inikah pemahaman liberalisme yang senantiasa memembunuh adat ketimuran yang sopan dan santun itu? Inikah pemahaman sekuler yang senantiasa diagung-agungkan sehingga kehidupan terpisahkan dari agama, padahal agama sebagai sarana untuk berinstropeksi serta sarana menapaki jalan kehidupan yang haq dan benar?
     Kumohon Anda yang membaca susunan-susunan huruf ini agar sadar dan menyadarkan yang lain bahwa kita sedang dijajah. PEMIKIRAN KITA yang DIJAJAH oleh MEREKA KAUM KAFIR senantiasa menjauhkan kita dari agama kita, menjauhkan kita dari Alquran, menjauhkan kita dari Assunnah, dan menjauhkan kita dari para ulama. Bahkan kita sendiri yang alergi terhadap sesuatu yang berbau agama, padahal hal itu merupakan sarana untuk kita keluar dalam alam kegelapan menuju alam yang terang dan menerangkan. Kalimat yang sering kita ucapkan ketika membuka suatu diskusi atau pagelaran acara.
Lalu, aku bertanya kepadamu wahai kawan, apa bedanya kita dengan orang-orang di zaman Jahiliah kalau begitu keadaannya? Terbukti lagi perkataan Rasulullah saw, Islam datang dalam keadaan terasing dan akan kembali dalam keadaan terasing pula. Maka kawan, beruntunglah orang-orang yang senantiasa terasing karena Allah. Kapan kita sadar? Kapan kita mau bertobat? Ketika sudah tua? Apakah kita yakin kita hidup sampai tua? Benar-benar yakin? Betulkah ungakapan bahwa ”Muda hura-hura, tua foya-foya, mati masuk surga”? Murobbiku bilang sih “Punna Upa’”—kalau beruntung!!!
     Kisah ini kukhususkan bagi kaum wanita yang memang nantinya paling banyak memasuki neraka—ini pernyataan dari Rasulullah saw kawan. Begitu pula dengan kaum lelaki untuk senantiasa menjaga pandangan dan menahan kemaluan. Susah kawan? Benar sekali, sungguh benar, sangat-sangat susah! Karena memang cobaan dan ujian terbesar dalam dunia sang penipu ini bukanlah harta dan tahta, namun WANITA, kawan. Namun tak mengapa, kebaikan dan pahala yang kita dapatkan berbanding lurus dengan usaha kita untuk menegakkan syiar dan menaati perinta Allah Swt serta menahan dari yang mungkar. Lalu dimanakah posisi kita sekarang? Karena tidaklah seseorang dikatakan beriman sebelum ia mengalami ujian yang membuktikan keimanannya, sekali lagi, catat itu!
     Sekadar nasehat kawan (wanita), jagalah hijab Anda, kumohon jagalah. Ketika engkau menjaganya, niscaya engkau melakukan dua bahkan lebih kebaikan. Engkau telah mengikuti perintah Allah untuk menjaga hijab dan setidaknya engkau tak memaksa kami untuk berzina melalui mata kami. Jangan katakan bahwa sang penulis adalah orang bersih dan saleh. Aku katakan, jauh dari itu. Anda dosa itu mengeluarkan bau busuk, niscaya engkau aku akan menciumnya dari tubuhku dan menjauhiku. namun senantiasa aku memulai untuk menghilangkan bau itu dan memperbaiki diri. Itu kawan, dan terakhir kali, catat itu! :)


     Sekadar catatan: pandangan-pandangan yang senantiasa kuceritakan ialah pandangan yang tak sengaja karena terpaksa dan pandanganku pun langsung kualihkan kawan. Maka jangalah Anda menghardik, mencelah, dan berpikiran buruk kepadaku. Kukisahkan ini agar kita dapat mengambil hikmah di dalamnya. Ketika ada yang salah dan menyinggung perasaan Anda maka itu datangnya dari aku pribadi dan setan laknat Allah. Namun ketika ada yang menyinggung Anda dan itu adalah kebenaran maka kuucap syukur karena itu datang dari Allah Swt. Wallahu ‘alam.

29 Juni 2012
Pedih dan perih untuk umatku


Sunday, June 24, 2012

PENATARAN SEPUTAR RAMADHAN !!!

Bingung menentukan awal dan akhir Ramadhan?
Ingin tahu hukum-hukum berkenaan Puasa Ramadhan?
Sudah tahu amalan-amalan utama di bulan Ramadhan?
Berharap pahala berkali-kali lipat di Ramadhan tahun ini?
Mau tahu bagaimana Generasi Terbaik menyambut dan melewati Ramadhan mereka?
Temukan jawabannya dalam kegiatan akbar yang SPESIAL di TAHUN ini!!! Bersama RIBUAN MUSLIM dari Makassar dan sekitarnya dalam:
PENATARAN SEPUTAR RAMADHAN
1433H/2012M
“Menjadi Muslim Kaffah dalam Madrasah Ramadhan”

Msajid kampus UNHAS
17-18 Sya’ban 1433H/7-8 Juli 2012M
pukul 08.00-15.00

Pelaksana(LDK): lidmi&fmdk
(facebook)Penataran Seputar Ramadhan 1433 H
Ikhwa/laki-laki; 085656221334, akhwat/perempuan: 085255238850




 SUMBER GAMBAR:
http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/s720x720/556443_434456823243047_441087640_n.jpg
http://dapoerdesign.wordpress.com/2012/06/21/psr-1433-h/

Wednesday, June 6, 2012

Presiden Soekarno larang Konser Lady Gaga?

     Konser Lady Gaga terus menuai kontroversi. Karena dianggap terlalu erotis dan tak sesuai budaya, polisi tidak merekomendasikan konser Lady Gaga digelar di Indonesia. Pelarangan konser artis sebenarnya bukan barang baru di Indonesia. Presiden Soekarno pun pernah melakukannya pada periode 1960-an. Hal ini erat kaitannya dengan politik luar negeri saat itu yang menentang hegemoni dunia barat.
     Saat itu Soekarno melarang seluruh musik dari Barat. The Beatles yang kala itu sangat populer di dunia, dilarang menginjakkan kaki di Indonesia. Jangankan konser, lagu-lagu The Beatles juga dilarang dinyanyikan dan diputar di radio.
     "Musik ngak-ngik-ngok," kecam Soekarno kala itu.
     Soekarno makin ketat melarang budaya Barat. Jangankan grup musik asing, grup musik lokal pun dilarang menyanyikan lagu 'ngak-ngik-ngok'. Jangan coba-coba main musik sembarangan, pelakunya dijerat dengan aturan subversif. Polisi dan tentara siap menangkap yang coba bandel.
     Alasan Soekarno melarang musik 'ngak-ngik-ngok' itu agar pemuda Indonesia tidak dibanjiri pengaruh asing dari Barat. Soekarno tidak ingin budaya hedonis dan kebebasan dari Barat mencuci otak para pemuda Indonesia. Soekarno menilai budaya Barat tidak mendidik. Musik adalah pintu masuk budaya Barat.
     Grup Band Koes Bersaudara (belakangan bernama Koes Plus), sempat dipenjara gara-gara menyanyikan lagu yang dianggap 'ngak-ngik-ngok' ini. Di dalam penjara pula Tony Koeswoyo akhirnya menciptakan lagu 'Ke Jakarta aku kan kembali'. Lagu ini populer sampai sekarang.
     Bukan hanya lagu, Soekarno juga melarang pemuda Indonesia berpotongan rambut a la The Beatles. Polisi pun membawa gunting untuk mencukur plontos anak-anak muda yang berpotongan rambut seperti John Lennon Cs.
     Tidak cukup soal rambut, Soekarno juga melarang pemuda bercelana ketat gaya para musisi Inggris itu. Polisi pun kembali merazia dengan senjata gunting. Caranya mudah saja. para polisi membawa botol kecap, jika ternyata botol itu tidak bisa masuk ke dalam celana, maka celana dianggap celana ketat. "Kresss!!" celana pun digunting sampai paha.
     Hal 180 derajat terjadi ketika Soekarno dilengserkan dan diganti Soeharto. Sejak saat itu musik Barat, film dan segala sesuatu yang berasal dari barat membombardir Indonesia.
     Kira-kira jika Soekarno masih ada, akankah beliau melarang Lady Gaga tampil di Indonesia?



sumber:
http://zilzaal.blogspot.com/2012/06/soekarno-larang-konser-lady-gaga.html
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSBT6yoYSAUqO-Wmt0gMfLTC8LOwrr26GRgxQ2US_N3j4SgP69DMPu6PinraojVeweaG3cqz8H_WoSxiI9IyiJFGCHiDODWri1zhA_TUD96tarS2QLCK1zKjQocnpsCzIIbwrAmBMBdZI/s1600/Kisah-Uang-Rp-1000-Vs-Rp-100000-wakrizki.net.jpg

Monday, June 4, 2012

Titah dan Cinta dari IBU

    Siang itu sungguh terik. Gelombang angin pantai yang panas datang berturut-turut menampar setiap wajah letih di jazirah Makassar. Yah, hari yang memang meletihkan bagi orang yang senantiasa mengejar dunia. Mengejar akan kepopuleran, kekayaan, jabatan, dan pasangan. Namun  tidak untuk seorang pemuda yang satu ini.

Thursday, May 31, 2012

Dakwahku di Kampus Ungu

     Makassar menjadi indah dan damai ketika subuh merayap datang dengan perlahan. Hanya terdengar kicauan burung yang indah yang menandakan bahwa ia telah bangun dari pembaringannya dan siap bekerja mencari makan untuk keluarganya. Hembusan angin mamiri yang begitu sejuk hingga ke relung hati setahap demi setahap menjalari kulitku dan membelaiku dengan lembutnya. Menyadarkanku dan mengingatkanku kembali akan betapa berat perjuanganku dalam jalan yang kutitih dan kusandarkan semuanya di salah satu tiang mesjid tempatku bernaung.

Monday, May 14, 2012

Mahasiswa Berprestasi UNM dari FBS

     Senin (30/4)   Sebanyak 8 peserta mahasiswa perwakilan 8 fakultas di lingkungan Universitas Negeri Makassar mengikuti acara Seleksi Mahasiswa Berprestasi Tingkat Universitas 2012. Acara ini digelar di lantai 3 gedung rektorat UNM yang dibuka langsung oleh Rektor Universitas Negeri Makassar Prof. Dr.  Aris Munandar, M.Pd yang didampingi oleh Pembantu Rektor III UNM, Prof. Dr. Hamsu Abd. Gani, M.Pd. Seleksi ini merupakan kelanjutan dari proses seleksi tingkat fakultas yang telah dilakukan sebelumnya. Selama sehari penuh di gelar, masing-masing peserta dituntut menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam presentasi dan menjawab pertanyaan dalam bahasa asing dari dewan juri yang merupakan dosen dari berbagai fakultas di UNM.
     Dewan juri terdiri dari 5 orang juri yang kompeten dimasing-masing bidang dan merupakan orang-orang yang telah berpengalaman dalam ajang tahunan tersebut yaitu Dr. Subaer, M.Phil., Drs. Jalaluddin, M.Si., Drs. Ismail., M.S., Widyastuti, S.Psi.M.Psi.,Psikolog., dan Penyelasar oleh Andi Fajar Asti, S.Pd.,M.Pd.,M.Sc. Hal ini dimaksudkan untuk menemukan mahasiswa berprestasi yang nantinya bisa mewakili Universitas Negeri Makassar di tingkat Nasional yang rencananya akan di gelar bersamaan dengan Acara puncak hari Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus di Istana Negara Mendatang.   
     Adapun kriteria yang menjadi penilaian dalam seleksi tingkat perguruan tinggi ini adalah kemampuan Bahasa Asing (25%), Keaktifan organisasi intra dan ekstra kurikuler (25%), Indeks Prestasi Akademik (20%) dan kualitas Ide dalam bentuk Karya tulis Ilmiah (30%).  Kriteria ini adalah kriteria dengan standar nasional yang telah didesain Oleh Direktorat Jenderal Kelembagaan dan Kemahasiswaan Kemendikbud RI.
     Adapun hasil dari seleksi mahasiswa berprestasi ini adalah juara pertama oleh Yusri (Mahasiswa FBS), Dian Din Astuti Mulia (FPsi) dan Yudi Arianto (FT) dengan perolehan skor berturut-turut adalah 85.54 poin, 75.23 poin, 67.16 poin. Ada yang luar biasa dalam kegiatan seleksi mawapres tingkat perguruan tinggi tahun 2012 ini adalah dari 8 peserta perwakilan Fakultas, 2 diantaranya adalah penerima Beasiswa Bidikmisi (sebuah beasiswa dari menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk mahasiswa tidak mampu yang menanggung seluruh biaya perkuliahan dan Living cost selama 4 tahun). Dan sebuah prestasi lagi karena keduanya masuk 3 besar UNM. Kedua mahasiswa tersebut adalah Yusri dan Yudi Arianto.
     Salah satu Pembina kemahasiswaan yang juga mantan Mawapres UNM mengatakan bahwa wajar kalau saudara Yusri sebagai pemenang pertama karena memiliki segudang prestasi walau masih tergolong mahasiswa semester 4, misalnya pernah menjadi pemakalah nasional dan internasional, pemenang Hibah PKM Dikti, rajin melakukan penelitian mandiri, penguasaan teknik penulisan karya tulis Ilmiah yang mumpuni dan memiliki Indeks Prestasi Akademik 3, 80.
     Disela-sela kegiatan, Pembantu Rektor III UNM, Prof. Dr. Hamsu Abd. Gani, M.Pd, menyampaikan selamat kepada para Finalis Fakultas dan terkhusus bagi pemenang pertama dan menitip pesan bahwa pemenang pertama akan dipersiapkan untuk mengikuti ajang 15 Besar Nasional dengan melakukan persiapan meliputi pembimbingan Khusus di Jurusan Bahasa Jerman terkait pembuatan Resume Karya Tulis dalam Bahasa Asing (bahasa Jerman) dan perbaikan karya Tulis yang akan berafiliasi dengan Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran (sebuah lembaga kemahasiswaan yang konsen dalam bidang penelitian dan penulisan karya Tulis) tegasnya PR III UNM 2 periode ini .(Andi Fajar Asti, Tenaga Ahli PR III UNM)


Sumber:
http://www.unm.ac.id/kemahasiswaan/17-prestasi/261-inilah-mahasiswa-berprestasi-unm-2012.html
http://handokotantra.net/wp-content/uploads/2011/11/mahasiswa-berprestasi.jpg

Thursday, May 10, 2012

Demonstrasi, Solusi atau Polusi?

     Belakangan ini demonstrasi sudah bisa dikatakan sangat lumrah di negara kita. Banyak orang mengatakan bahwa “demonstrasi” adalah bagian dari amar makruf nahi munkar, sehingga seolah-olah menjadi hal yang harus dilakukan.

Monday, May 7, 2012

8 Alasan Mengapa Kita Tidak Boleh Miskin

     Wah, pasti Saudara kaget pas membaca judul di atas, iya kan? Atau malah biasa saja? Bahkan Saudara sudah pernah mendengar atau membacanya? Tidak masalah, kita tidak ingin memperbincangkan hal tersebut di lembaran super canggih ini (Artikel elektronik maksudnya, hehe) dan kalau pun pernah mendengar maka di setiap pengulangan pasti ada faedah baru yang didapatkan, right?

Saturday, May 5, 2012

Ahmadinejad, Syiah, dan Perang Akhir Zaman !!!

     Weekly Report (Pekan 1/Februari 2012) Ahmadinejad, Makar Syi’ah, dan Perang Akhir Zaman
Weekly Report - Kagum dengan kepemimpinan Ahmadinejad? Terinspirasi dengan Revolusi Iran? Itulah makar Syi’ah dan tipuan Dajjal menjelang perang akhir zaman. Sebagaimana karakter Dajjal penipu dan pendusta, maka para pengikutnyapun melakukan hal yang sama. Al Haq (kebenaran) disalahkan dan al bathil (kesesatan) dibela. Di tangan Dajjal, air menjadi api dan api menjadi air, bersama Dajjal surga dan neraka, namun nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka. Kaum Muslimin tidak boleh tertipu dengan penampilan “luar” Ahmadinejad yang memesona, tapi lihatlah “dalam”nya makar syi’ah sebagaimana tipu daya Dajjal di akhir zaman. Waspadalah!

Thursday, May 3, 2012

Jeritan Cinta dari Seorang Saudara

Untukmu wahai saudaraku !
Bismillahirramanirrahim ,

     Dalam memberikan arahan (taujih) tentang tugas dakwah, Imam Syahid
Hasan Al-Banna memberikan perumpamaan dengan perkataannya, "Di setiap
kota terdapat pusat pembangkit tenaga elektrik. Para pegawai memasang
instalasinya di seluruh penjuru kota, memasang tiang dan kabel, setelah itu aliran
elektrik masuk ke pabrik-pabrik, rumah-rumah, dan tempat-tempat lain. Jika aliran elektrik tersebut kita matikan dari pusat pembangkitnya, niscaya seluruh penjuru kota akan gelap gulita. Padahal saat itu tenaga elektrik ada dan tersimpan di pusat pembangkit elektrik, hanya saja tenaga elektrik yang ada itu tidak dimanfaatkan.
     Demikianlah, Allah swt. telah menurunkan Al Qur'an Al-Karim kepada
kita, dan dialah sebesar-besar energi dalam kehidupan ini. Allah swt. berfirman,
     “Sesunggubnya telah datang kepada kalian cahaya dari Allah, dan kitab yang
menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti
keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itupula) Allah mengeluarkan mereka dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan Kiat Memikat Objek Dakwah
menunjuki mereka ke jalan yang lurus." (Al-Maidah: 15-16)
     Begitu pula dengan Al-Qur'an Al-Karim, ia adalah pusat pembangkit "tenaga"
bagi kaum muslimin, tetapi sumber kekuatan itu kini dicampakkan oleh kaum
muslimin sendiri, sehingga hati mereka menjadi gelap dan tatanan kehidupan pun
menjadi rusak.
     Tugas kita sebagai da'i adalah seperti tugas para pegawai elektrik, mengalirkan
kekuatan ini dan sumbernya ke setiap hati orang-orang muslim agar senantiasa
bersinar dan menerangi sekelihngnya. Allah swt. berfirman,
     "Dan apakah orang yang sudah mati, kemudian dia Kami hidupkan dan Kami
berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu ia dapat berjalan di tengahtengah
masyarakat manusia, serupa dengan keadaan orang yang berada dalam gelap
gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar darinya?" (Al-An'am: 122)
     Tatkala Anda ingin memikat hati mad'u, Anda harus ingat bahwa Anda adalah
seorang da'i, bukan seorang ulama atau fuqaha. Tatkala Anda berdakwah, Anda
harus ingat bahwa Anda sedang memberikan hadiah kepada orang lain, maka anda harus mempertimbangkan hadiah apa yang sekiranya patut diberikan dan bagaimana cara memberikannya.

     Jadi marilah kita menyampaikan pesan yang mulia ini dengan cara menyentuh hati para saudara / i kita dengan penuh hikmah dan lemah lembut ..
Selamat berjuang , wabaarakallahu fiikum ..

3 Mei 2012
Dari Abu Zakariah Al Fath

Sunday, April 29, 2012

Mahram atau Muhrim sih? Terus, Sampai Manakah Batasannya?

     Mahram, kata ini sering keliru diucapkan dengan “muhrim”. Sayangnya, yang lebih akrab dengan lidah kita adalah kata yang terakhir ini. Padahal artinya jauh berbeda. Muhrim adalah orang yang berihram, sedangkan yang dimaksud dengan mahram adalah orang-orang yang haram dinikahi.

Thursday, April 26, 2012

Sepotong Kisah Cinta dari Rasulullah saw untuk Aisyah

    Inilah cinta. Cinta yang murni yang tak setiap orang mengalaminya. Tahukah engkau apa itu cinta kawan? Berjuta-juta orang telah mendefinisikannya namun tak pernah menemukan titik temu dalam persetujuan. Cinta itu memang subjektif dan perspektif. Tak ada batasan tertentu. Apabila ada yang mencoba membatasi, maka yang lain menyatakan tak berbatas. Yah, inilah cinta yang membuat nanar nalar seseorang. Seringkali berargumen tentang cinta, maka bulir-bulir kebingungan menjadi hasil dari khayal dan imaji. Wajarlah apabila berbagai pendapat bagaikan pertentangan antara titik nadir dan titik zenit.

Monday, April 23, 2012

Potret New Media: Riwayatmu Kini

     Jangan pernah mengomparasikan antara zaman ini dengan zaman sekitar tiga puluh tahun yang lalu! Mengapa? Karena tentu saja, zaman dahulu yang lebih akrab disebut “tempo doloe” sangatlah berbeda dengan zaman sekarang yang akrab disebut “zaman modern”. Mereka bak dua sisi mata uang, bagaikan kutub selatan dan kutub utara, bahkan seperti air dan api, sangatlah berbeda. Perbedaan tersebut ada berbagai macam, baik dari segi politik, ekonomi, sosial, budaya, dsb. Salah satu perbedaan yang paling menonjol ialah pada alat informasi dan komunikasi yang akrab kita sebut dengan media.
     Media? Yah tentu. Kalau dahulu, orang ingin mengetahui kabar sanak saudaranya jauh di seberang sana, maka hal yang dilakukannya ialah mengirim surat. Yah, surat—mungkin sudah asing di telinga kita—, tulisan pesan dari tinta yang telah kering di secarik kertas dan dibalut amplop putih lalu meminta Pak Pos untuk mengirimkannya. Sambil mengayuh sepedanya dan tak memperdulikan cuaca, Pak Pos mencari alamat di dalam surat. Beratus biji keringat yang berjatuhan sudah barang tentu menghiasi perjuangan Pak Pos dan sekitar satu minggu surat pun telah berada ditangan sang saudara. Begitu rumitnya proses yang harus dilewati hanya untuk mengetahui kabar sanak saudara kita.
     Tapi itu dulu, sekarang, hal itu sudah menjadi barang antik, istilahnya “sudah kuno”, “katro”, atau “ndeso”. Mengapa? Karena sekarang sudah ada media portal super unik dan canggih bernama Hand phone yang jikalau dialihbahasakan bernama “telpon genggam”. Dengannya, orang dapat mengetahui kabar saudaranya tak lebih dari sepuluh menit, bayangkan! Dengan telepon genggam tersebut (yang akrab disapa HP), seseorang dapat mendengar suara saudaranya diseberang sana dan dapat berkirim pesan dengan sangat cepat mengalahkan layanan “TIKI (Titipan Kilat)” dan “FEDEX”. Jadi, komunikasi pun menjadi lebih praktis, mudah, dan cepat.
     Hanya itu perbedaannya? Tentu tidak. Dahulu kalau orang ingin mendengarkan berita pasti menggunakan radio. Dari radio beranjak ke televisi dengan layar hitam putih, itu pun bagi keluarga yang memiliki kantong agak tebal. Sekarang, jangankan televisi berwarna, benda super cerdas bernama “komputer” pun sudah ada.  Informasi bisa didapatkan secepat kilat hanya dengan menggunakan komputer dan berselancar di internet. Bahkan komputer sekarang telah bisa dijinjing dan dibawah ke mana-mana yang belakangan disebut “Laptop”. Dari hari ke hari hingga detik ini, muncul komputer generasi ketiga yang bernama “Tablet”. Tablet yang ini bukan obat yang biasa kita beli di apotek, namun dia adalah komputer yang mirip dengan sebuah HP namun memiliki ukuran yang lebih besar dan lebih cerdas.
     Sekarang, komputer dan internet sudah menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian orang. Informasi yang begitu cepat berubah membutuhkan alat ini agar dapat dikomsumsi dengan cepat pula. Komputer dan internet juga sangat membantu pekerjaan kita di berbagai profesi yang kita geluti, entah itu berstatus mahasiswa, pegawai kantoran, pedangang, dsb.
     Dengan Komputer dan internet pula, muncullah apa yang disebut “social network” atau “jejaring sosial”. Tahukah Anda apa yang dimaksud jejaring sosial itu? Pernahkah Anda mendengar kata “Facebook”, “Twitter”, “MySpace”, dkk.? Nah, itulah penggambaran sederhana dari jejaring sosial ini. Dengannya, kita bisa berbagi foto dengan saudara atau pun orang lain yang menjadi teman kita dalam jejaring sosial tersebut; bisa pula saling bertatap muka dan berbicara di depan layar tanpa peduli jauhnya jarak; dan bahkan bermain game sepuasnya.
     Media-media tersebut sebenarnya merupakan daur ulang dari media yang sudah ada walaupun dengan kemasan yang berbeda. Karena pada hakikatnya sebuah media berfungsi menyebarkan berita dan informasi. Dengan adanya media yang baru tersebut atau istilah modernya disebut “New Media” maka lebih memudahkan untuk mendapatkan informasi dan berkomunikasi hanya dalam hitungan detik. Begitulah teknologi, membuat hidup semakin mudah dan menyenangkan kata sebahagian orang.
     Dari sekian manfaat yang begitu banyak, new media tersebut juga menimbulkan berbagai dampak negatif yang juga tidak sedikit. Dampak yang pertama ialah membuat orang menjadi malas. Mengapa demikian? New media seakan memberikan segala hal beserta kemudahan kepada kita sehingga tak jarang kita hanya sibuk berada di depan layar tanpa mau bergerak mencari aktivitas lain yang lebih bermanfaat.
     Dampak berikutnya ialah komunikasi dan interaksi yang kita lakukan dengan menggunakan jejaring sosial adalah semu semata. Hal ini menghilangkan kebudayaan berinteraksi, berkomunikasi, dan menjalin silaturahmi secara langsung baik itu dengan keluarga, rekan kerja, teman, dll. Tentu perbedaannya sangat terasa dan mencolok apabila kita berinteraksi di depan manusia secara langsung daripada melalui perantara dunia maya.
     Dampak selanjutnya ialah, membuang waktu dengan sia-sia. Dengan seabrek fitur dan permainan semakin memanjakan para pengguna new media. New media yang fungsi utamanya adalah sarana komunikasi dan informasi, sekarang didominasi dengan berbagai hiburan. Main game, mendengarkan music, dan chatting tak karuan tanpa memperhatikan waktu membuat user atau penggunanya membuang banyak waktu yang sebenarnya bisa digunakan untuk kegiatan yang lebih berguna. Bahkan hal tersebut sudah menjadi candu dan bisa mengakibatkan depresi berat apabila dibiarkan begitu saja, utamanya bagi anak-anak.
     Kemudian, media-media baru tersebut bisa juga dijadikan sarana kejahatan. Marak di dalam berita terjadi penculikan dengan menggunakan modus jejaring sosial. Bukan hanya itu, penipuan pun seringkali terjadi dengan modus yang sama. Bahkan dengan komputer maupun internet orang bisa membobol informasi suatu negara yang sifatnya sangat rahasia dan mengacaukan jalur dan isi infomasi tersebut. lebih parah lagi apabila rahasia negara tersebut dibocor oleh si pembobol yang terkenal dengan sebutan “Hacker”. Selain itu, perjudian, pornoaksi, dan pornografi menjadi lalu lintas sehari-hari di berbagai media baik itu televisi maupun komputer. Umbar dan pamer aurat pun sudah menjadi tradisi modern dan dianggap lumrah sekarang.
Perubahan ideologi merupakan dampak berikutnya. Dengan banyaknya serangan pemikiran dari barat, budaya-budaya ketimuran kini mulai terkikis dan tergusur menjadi budaya yang berkiblat ke barat. Semua dogma yang berasal dari barat ditelan mentah-mentah tanpa penyaringan karena menganggap bahwa budaya ketimuran sudah selayaknya ditinggalkan. Inilah yang disebut perang pemikiran dan menjadikan kita sebagai rakyat maupun negara yang selalu saja mengekor dengan budaya barat tanpa bisa berdiri bebas dan merdeka seutuhnya.
     Dampak yang terbesar ialah jatuhnya pemerintahan sebuah bangsa. Mungkinkah? Tentu sangat mungkin. Kekuatan jejaring sosial sangatlah besar. Hal itu dibuktikan dengan jatuhnya rezim Housni Mubarak di Mesir. Rakyat yang telah lama kecewa membangun persatuan lewat jejaring sosial untuk meruntuhkan rezim tersebut. Hal itu pun menjadi kenyataan. Berkaca dengan pengalaman tersebut maka banyak negara membatasi jejaring sosial masuk ke negaranya. Salah satunya ialah Republik Rakyat Cina yang  menutup akses bagi “Twitter” untuk lebih lama berkicau.
     Berkembangpesatnya media memang patut disyukuri sekaligus diantisipasi. Akses informasi dan komunikasi yang dahulu serba terbatas kini menjadi bebas tanpa batas. Dahulu untuk memperolehnya, kita membutuhkan waktu yang cukup lama namun sekarang hanya butuh hitungan detik untuk menikmatinya. Media memang banyak memberikan manfaat dan kemudahan, namun juga tak jarang memberikan mudarat dan kerugian. Dari dampak menimbulkan kemalasan hingga meruntuhkan sebuah pemerintahan, media turut andil di dalamnya.
     Beginilah potret new media sekarang. Modern, praktis, sekaligus mengancam bercampur menjadi satu. Semua menjadi manfaat apabila digunakan sesuai kadar dan kebutuhan kita. Namun, hal itu akan menjadi bencana apabila digunakan secara berlebihan dan diluar batas kewajaran. Oleh karena itu, bergantung kepada manusianya sendiri sebagai pengomsumsi, apakah ingin mendapatkan manfaat murni atau dibarengi dengan berbagai bencana yang siap menerkam dan menghancurkannya. Jadi, pikirkanlah dahulu sebelum mengambil tindakan. Semoga bermanfaat.

Saturday, April 21, 2012

Di Kala Pagiku

Cahaya hangat menerpa
Ketika elok embun mulai terkikis
Damai tenang hinggap di lubuk hati
Terlupa sementara akan rumitnya...

Idolaku Membawaku Menuju Neraka atau ke Surga?

     Lihatlah pakaian yang Anda gunakan? Celana yang Anda gunakan? Asesoris yang Anda gunakan? Dan mungkin jilbab yang juga Anda gunakan? Apakah telah modis dan sesuai dengan idola Anda? Bagaimana dengan ucapan dan perbuatan Anda, sudahkah mirip dengan idola Anda? Bukankah kita semua punya idola? Mungkin ia artis Korea, Barat, Arab, atau artis lokal maupun interlokal di negara sendiri mungkin? Mungkin juga olahragawan, negarawan, Filsuf, dll?

Wednesday, April 18, 2012

Orator Perempuan dalam Catatan Sejarah Islam

     Saudaraku, orator dalam kamus bahasa Indonesia berari orang yang ahli dalam berpidato. Nah, orator identik dengan aksi demonstrasi. Pertama kali ikut demonstrasi, kukatakan dalam hati “wah siapa orang ini, jago banget berbicara.”  Yah begitulah, tidak gampang menjadi seorang orator karena harus memiliki kemampuan retorika dan pengetahuan yang luas seperti cakrawala. Orator biasanya berorasi apabila ada yang ingin disuarakan. Khusus dalam demonstrasi, orator mewakili rakyat untuk disuarakan hak-haknya.

Friday, April 13, 2012

Puing-puing Kisah di Asrama

      Kawan, tak sanggup lagi kutahan air tuk membasahi bidang yang halus ini. Suatu adegan yang kiranya sudah diatur oleh Yang Maha Sutradara. Ini pilihan kawan, walau pasti mengiris hati dan menyisahkan luka yang kiranya agak dalam. Pernah aku katakan padamu bahwa aku ini lelaki melankolis. Itulah aku kawan. Tempat ini sudah menjadi sejarah dan serpihan dari bagian hidupku. Banyak kenangan kawan. Kenangan ketika dimarahi oleh senior, kenangan ketika marahan dengan rekan sekamar, kenangan ketika harus berebutan untuk mandi dalam beberapa wc untuk puluhan orang, kenangan ketika kemarau dan menyisakan rindu yang tak tertahankan akan sang penentram itu. Sesekali sang penentram turun sebebasnya, namun agaknya ia masih malu jatuh sebebas-bebasnya untuk membasahi bumi, tanah kawan. Tanah yang selalu sabar untuk kita injak bersama, tanah yang selalu sabar ketika engkau tampar dengan sampah, tanah yang selalu sabar ketika sang penentram tak kunjung datang menampakkan wajahnya.
     Di sini ku terisak nestapa,  janganlah engkau katakan kawanmu ini lelaki cengeng. Air ini jatuh karena banyak sekali serpihan-serpihan kenangan yang yang menjadi faktor penentunya. Apa daya kawan, toh aku ini lelaki yang “sami’ na wa ata’na”, insya Allah. Entah kawan, entah apa yang engkau pikirkan tentangku. Jangan penah engkau panggil aku dengan sebutan saleh. Tak pantas, sungguh tak pantas kawan!!! Sejenak engkau katakan saja pada orang yang engkau ajak bercerita tentang diriku, bahwa aku ini lelaki yang ingin memperbaiki diri. Cukup sederhana, bukan?
     Kiranya air ini sudah terhenti mengalir. Kuharap setiap tetesan yang jatuh merupakan ibadah dan kuniatkan hanya untuk-Nya. Bukankah tiada yang sia-sia dalam kehidupan ini, tak ada yang sia-sia yang Ia ciptakan dalam hidup ini. Meski itu seekor nyamuk yang sedang menikmati darah di ujung kaki kirimu sekali pun, toh dia juga berguna. Engkau tak yakin? Dalam sebuah penelitian, nyamuk hanya menghisap darah yang kotor. Bukankah pula kita hidup di dunia ini hanya untuk “sekadar” beribadah kepada-Nya?  Janganlah engkau berbantah-bantahan kawan. Aku dan Allah tak perlu teori dan retorika yang sesat dan menyesatkan itu, cukup pembuktian. Ataukah engkau sama dengan beberapa orang yang masih mencari jati diri, mencari agama yang benar, dan mencari wajah Tuhannya, hmm kemana saja engkau selama ini? Cukuplah kita untuk bermain-main. Sekali lagi walaupun kiranya aku sudah bosan mengatakannya, HIDUP INI PILIHAN kawan. Ku ajak kau untuk memilih jalan yang kuyakin ini benar, Insya Allah.
     Sempat ada kakak yang muliah hatinya menanyakan dengan segenap kata tanya yang mengarah pada mengapa aku ambil keputusan ini. Dia katakan, kok aku mau kalah sebelum berjuang, dia juga menyuruhku untuk bersabar dan tetap menetap di sini, namun semua sudah di atur, ini pilihanku dan semoga mendapat Ridho dari-Nya.
     Hhaaa... embun kawan depan cermin karena angin yang keluar dari rongga macan ini. Demi menjadi yang terasing, butuh sebuah pengorbanan yang besar. Semoga di tempat nanti sudah merindukan kedatanganku selama ini, dan semoga saudara-saudaraku di sana akan selalu membimbing watakku yang keras.

22 Oktober 2011, 21.07
Aku, 3x4, dan benda berputar, tak lupa akan serpihan kenangan ini.

Metamorfosa Protagonis Inagurasiku

Udara dingin menusuk relung sukma
Bagai beribu jaru kecil menancap silih berganti
Di sana di pegunungan indah bernuansa hijau itu
Menerpa raga, qalbu, pun nafsu

Berat akan beban yang terpikul
Melemahnya batin yang terasa
Bukanlah hambatan rintangan
Bahkan kuanggap tantangan

Demi ilmu sebegitu berharganya
Kan terbayar dengan sendirinya
Kan kehangatan kebersamaan
Kan indahnya simponi tak terlupa

Untuk semua hal itu
Mencipta generasi akan perubahan terimpikan
Metamorfosa tuk protagonis
Menumbuhkan bibit peduli

BUKANNYA TAK ACUH!!!
Karena terbutuh akan pengorbanan demi perubahan itu

Inilah akhir riwayat inagurasiku
Sarat makna pun manfaat
Tak terbayang sebelumnya... hmm


26 Oktober 2010
Mengenang inagurasi indah tak terlupa itu

sumber gambar:
http://images.travelpod.com/users/eskimo/1.1303301442.welcome-to-malino.jpg