Ads 468x60px

Friday, October 19, 2012

BANGKITNYA GENERASI MUDA UNTUK MEMAJUKAN PENDIDIKAN NASIONAL


Siapa Pemuda Itu?

     Bagaikan pohon pisang yang telah dipanen buahnya dan ditebang pula, namun sang pohon sebelumnya sudah menyiapkan tunas-tunas untuk menggantikannya kelak. Tunas-tunas yang kemudian tumbuh memberikan manfaat kepada makhluk-makhluk lain yang ingin mengambil manfaat darinya. Mungkin begitulah analogi generasi muda sebuah bangsa. Mimpi dan cita-cita perjuangan bangsa berada di pundak pemudanya. Para pemuda jualah yang melanjutkan tongkat estafet nasib dan masa depan sebuah negara. Mereka adalah kader-kader perjuangan dan pembangunan menuju bangsa yang sejahtera dan menyejahterakan rakyatnya. Merekalah yang nantinya menjadi pemimpin-pemimpin dalam setiap lini kehidupan bangsa.  Begitulah urgensi pemuda sejak dahulu hingga ke depannya.
   Begitu pun dengan sejarah bangsa dan negara Indonesia. Indonesia dan generasi mudanya bak dua sisi koin yang tak pernah berpisah dan selalu melekat erat. Perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan, atau pun saat perjuangan menanamkan demokrasi dalam tubuh Indonesia tidak terlepas dari peran serta generasi mudanya.
   Sejarah Indonesia tersaji melalui fragmen-fragmen perjuangan para pemudanya. Fragmen-fragmen tersebut di antaranya: berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 sebagai tonggak kebangkitan bangsa yang menyatukan setiap suku, ras, agama, dan wilayah yang telah lama berserakan dan saling berperang satu sama lain; arkian, generasi muda meneriakkan sumpahnya atau yang masyhur dikenal dengan sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Sumpah yang menyatakan satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu deretan aksara indah berbunyi “Indonesia”; kemudian, kisah pemuda dengan pimpinan bernama Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 memproklamasikan mimpi Indonesia menjadi sebuah negara yang merdeka, sebuah fragmen yang begitu mengharu biru kala itu; kemudian generasi muda yang terkumpul dalam beberapa organisasi kemahasiswaan dan segenap elemen kemahasiswaan menerbitkan tiga tuntuan rakyat (Tritura) yang menjadi pemicu tumbangnya Orde lama hingga melahirkan Orde Baru dengan segudang mimpi barunya. Dan akhirnya perjuangan generasi muda pada tahun 1998 untuk menumbangkan rezim Orde Baru berciri khas tirani dan penuh kekuasaan. Perjuangan yang harus dibayar mahal dengan begitu banyak memakan korban para pemuda demi sebuah reformasi bangsa.
      Dengan kata lain, pemuda adalah generasi emas dalam sebuah bangsa. Pada merekalah disimpan berbagai mimpi dan masa depan bangsa. Tak terkecuali bagi bangsa dan negara Indonesia. Pemuda Indonesia berjuang dengan keringat dan darah, semangat dan aktivis, serta retorika dan diplomasi hingga bangsa dan negara ini masih tetap ada hingga sekarang.

Hubungan Pemuda dengan Pendidikan

       Memang tak dipungkiri bahwa masa depan bangsa berada di tangan para pemudanya. Namun, ada satu hal yang harus bersinergi dengan generasi muda tersebut. Hal itu adalah pendidikan. Kemajuan suatu bangsa akan ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Di sinilah terlihat hubungan yang begitu erat antara pemuda dan pendidikan dalam suatu bangsa dan negara.
       Zaman sekarang adalah zaman yang penuh tantangan dan hambatan hidup. Globalisasi begitu cepat merambah hingga ke pelosok desa. Siapa yang tertinggal maka itulah yang kalah dan terjajah. Maka sudah sepantasnya pendidikan nasional harus menjadi prioritas pembangunan bangsa. Karena pendidikan merupakan benteng kokoh agar bangsa Indonesia tidak tergerus zaman dan bertahan dalam derasnya arus globalisasi.
  Pendidikan bukan semata-mata mengejar nilai akademik yang tinggi dan mengembangkan kecerdasan intelektual saja. Namun, kecerdasan emosional dan kecerdesan spiritual juga harus dipupuk sehingga ketiganya tumbuh berkembang secara seimbang. Dengan pendidikan yang merata pada ketiga aspek tersebut, maka Sumber Daya Manusia (SDA) Indonesia akan menjadi terasa dengan tajam, baik keterampilan, wawasan, moralitas, kejujuran, keadilan, kebijaksanaan, integritas, maupun mentalistas. Dengan pendidikan itu pula, maka kebodohan akan terhapus dan rakyat siap untuk mengahadapi era yang begitu berat menerpa bangsa ini.
        Ikut berpartisipasinya pemuda baik yang berstatus mahasiswa maupun pelajar begitu penting dalam memajukan pendidikan nasional. Hal itu sudah dibuktikan oleh generasi muda intelektual dalam perjuangan memerdekakan bangsa hingga melahirkan sebuah reformasi pada bangsa ini. Generasi muda merupakan unsur-unsur dalam bentuk pondasi bagi negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan melepaskan kejahilan yang telah lama melanda.

Problematika Pendidikan Bangsa

        Sudah sekitar 67 tahun bangsa Indonesia merdeka dari penjajahan. Namun, Indonesia dalam rentang waktu kemerdekaan hingga hari ini yang begitu lama, masih menyisakan permasalahan-permasalahan nasional yang membutuhkan pemecahan. Salah satu permasalahan tersebut begitu nyata dalam dunia pendidikan. Pendidikan ideal untuk mencerdaskan kehidupan bangsa seakan-akan masih termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Ia belum menjadi nyata secara kafah.
       Berbagai permasalahan yang melanda dunia pendidikan ini. Kebijakan presiden untuk menganggarkan dua puluh persen dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk bidang pendidikan seakan belum cukup untuk merealisasikan pendidikan yang diidam-idamkan oleh bangsa ini. Masih terdapat kerapuhan dan luka di berbagai tubuh pendidikan. Banyaknya sekolah dengan kondisi yang tak layak, pengajar-pengajar dengan kompetensi yang rendah, sistem pendidikan yang cenderung kapitalis, dan sebagainya merupakan contoh dari masalah yang melingkupi dunia pendidikan.
         Bukan hanya itu, porsi orientasi pendidikan Indonesia lebih banyak bahkan dominan diisi oleh mata pelajaran-mata pelajaran yang tidak menyinggung masalah keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga hasil pendidikan dapat dilihat hingga sekarang yaitu menghasilkan peserta didik yang lebih cenderung memprioritaskan kecerdasan intelektual sehingga kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual begitu pincang hingga mengakibatkan masalah-masalah lain. Masalah-masalah lain yang muncul di antaranya berbentuk tawuran antarpelajar, seks bebas yang merajalela di kalangan pelajar, penyalahgunaan narkotika, lunturnya budaya malu bangsa Indonesia terutama pada kalangan pelajarnya, dan berbagai masalah lain yang membuat dunia pendidikan nasional semakin tak menentu masa depannya.
     Sehubungan dengan itu, dunia pendidikan Indonesia yang dapat dikatakan telah sekarat membutuhkan obat penyembuh yang ampuh. Solusi-solusi sebagai pemecahan masalah pendidikan nasional begitu dibutuhkan sehingga tujuan pendidikan nasional tercapai. Dan tentu, dari sekian pemecahan masalah, generasi muda mempunyai andil yang begitu besar untuk merealisasikannya.

Pemuda Bagi Keberhasilan Pendidikan Sebuah Bangsa

          Pemuda sebagai tulang punggung bangsa harusnya menjadi pelopor sekaligus garda terdepan dalam memberikan solusi terhadap masalah-masalah kebangsaan yang terjadi utamanya dalam bidang pendidikan ini. Pemuda juga harus bergerak sebagai pionir-pionir yang mendobrak setiap kebijakan pemerintah dalam hal dunia pendidikan yang tidak berpihak pada rakyat kecil. Hal tersebut bukanlah hal yang mustahil karena begitu banyak wadah yang dapat menjadikannya nyata. Gagasan-gagasan cemerlang mengenai solusi masalah pendidikan dari pemuda dapat disuarakan melalui perpanjangan tangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Selain itu, para pemuda juga dapat menyuarakan pendapatnya dalam seminar-seminar, forum diskusi, dan di mana pun hal itu dapat terwujudkan.
        Selain itu, para pemuda juga dapat membangun sekolah alternatif nonformal untuk membantu anak-anak yang putus sekolah karena permasalahan biaya pendidikan. Usaha lainnya ialah memanfaatkan media-media informasi dan komunikasi dengan menyebarkan tulisan-tulisan mengenai problematika pendidikan yang terjadi yang dibuat oleh para pemuda. Dengan menyebarnya tulisan-tulisan tersebut melalui media, maka hal ini dapat menyadarkan masyarakat tentang kondisi pendidikan Indonesia saat ini. Atau para pemuda dapat langsung terjun ke dalam masyarakat untuk menyosialisasikan bahwa begitu pentingnya pendidikan bagi kehidupan bangsa. Serta masih banyak cara yang dapat dilakukan para pemuda untuk memecahkan permasalahan pendidikan nasional.
     Semua hal tersebut dapat terjadi apabila para pemuda juga memiliki kualitas pendidikan yang mumpuni dan merata baik pada segi intelektual, spiritual, maupun emosional. Bagaimanapun juga, generasi mudalah yang nantinya akan menjadi pemimpin dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan memecahkan setiap permasalahan yang terjadi. Karena harapan dan mimpi bangsa ini ada di pundak para pemudanya. Mari bergerak!

Sumber tambahan:
Alfan. 2010. Peran Pemuda dalam Bidang Pendidikan (Online), http://pemuda-teknologi.blogspot.com/2010/06/peran-pemuda-dalam-bidang-pendidikan.html, di akases tanggal 17 Oktober 2012.
Anonim. 2012. Generasi Muda dalam Pendidikan Indonesia (Online), http://krblanglangbuana.wordpress.com/2012/01/05/generasi-muda-dalam-pandangan-masyarakat/, di akses tanggal  17 Oktober 2012.
Fatwa, Andi Mapetahang. 2012. Peran Pemuda dalam Pengembangan Pendidikan (Online),  http://edukasi.kompasiana.com/2012/07/05/peran-pemuda-dalam-pengembangan-pendidikan/, di akases tanggal 17 Oktober 2012.
Syam, Nur.  Peran Generasi Pemuda Bagi Bangsanya (Online), http://nursyam.sunan-ampel.ac.id/?p=115, di akases tanggal 17 Oktober 2012.




           

0 comments:

Post a Comment